Pada zaman globalisasi dimana
teknologi sudah berkembang, kita sangat mudah mengakses segala informasi
melalui internet dari handphone yang kita miliki. Apalagi disaat pandemi
Covid-19 kita harus banyak berdiam diri di rumah dan kebanyakan menggunakan handphone
atau laptop untuk melakukan segala kegiatan secara online. Adapun akses
informasi yang paling banyak digunakan remaja yaitu membuka aplikasi sosial
media yang ada di handphone mereka seperti Instagram, Whatsapp dan Twitter.
Namun, apabila seseorang remaja mengakses sosial media yang dimiliki secara
berlebihan maka akan muncul perasaan insecure pada dirinya.
Abraham
Maslow menjelaskan insecure adalah
suatu keadaan dimana seseorang merasa tidak aman, menganggap dunia sebagai
sebuah hutan yang mengancam dan kebanyakan manusia berbahaya dan egois. Jadi
insecurity adalah perasaan tidak aman yang dapat terjadi pada setiap
orang. Ketidakamanan bisa terjadi saat kita merasa khawatir, malu, dan tidak
percaya diri. Insecure biasanya terjadi pada remaja karena
remaja cenderung merasakan tekanan, khawatir, dan rasa tidak percaya diri yang
berlebihan karena harapan mereka yang tinggi. Perasaan terjadi dalam proses
pertumbuhan remaja ini dapat menimbulkan dan meningkatkan perasaan insecure dalam
hidup mereka, yang berdampak negatif.
Faktor
penyebab seseorang mengalami insecurity karena adanya
penilaian-penilaian dari lingkungan atau orang disekitarnya. Kemudian sering
membandingkan diri sendiri dengan orang-orang yang lebih baik dari dirinya dan
membuat rasa tidak pantas ataupun tidak percaya diri. Tidak hanya itu, orang
yang mengalami insecure karena ekspektasi
yang terlalu tinggi akan menyebabkan overthinking dan
menyalahkan diri sendiri jika ekspektasinya tidak sesuai.
Berikut solusi untuk mengurangi insecurity
pada diri kita adalah dengan (1) Percaya diri. Percaya diri membuat seseorang
bisa bersyukur atas apa yang dimiliki dan dapat menjalani kehidupan untuk bisa
memperhitungkan pilihan atas keputusan diri. (2) Menerima hasil yang tidak
sesuai dengan keinginan untuk mencoba menerima hal-hal yang tidak sesuai dengan
keinginan kita dan menganggap bahwa hal itu normal terjadi dalam kehidupan. (3)
Mengubah kegagalan menjadi motivasi dengan cara berhenti membenci dan
menyalahkan diri sendiri jika mengalami kegagalan. (4) Mencari waktu luang bersama
orang terdekat untuk mendapatkan afirmasi positif. (5) Menyibukkan kegiatan
dengan membuat daftar kegiatan.
Selain itu, untuk mengurangi insecurity
dimasa pandemi dapat dilakukan dengan cara: (1) Mengurangi penggunaan media
sosial yang berlebihan. (2) tidak mudah percaya terhadap berita-berita bohong (hoaks).
(3) Mensyukuri apa yang kita miliki saat ini. (4) Memberikan penghargaan (reward)
untuk diri sendiri. (4) Beranikan diri untuk bersosialisasi dengan orang baru.
(5) Melakukan aktivitas yang disenangi (hobi).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar