KOMUNIKASI ASERTIF: Berani Berkata Tidak (Bilqis Pramudiya W.)

Bilqis Pramudiya W

Komunikasi interpersonal melibatkan dua unsur pribadi secara penuh dimana keterbukaan dan kejujuran dalam berkomunikasi sangat dibutuhkan. Akan tetapi, pada kenyataannya sikap tertutup dari personal sering digunakan untuk menjaga perasaan lawan bicara. Hal tersebut dapat menghambat perkembangan individu dan dapat menimbulkan permasalahan dalam diri individu tersebut maupun orang lain. Untuk menghindari permasalahan pada saat berkomunikasi dibutuhkan keterampilan yaitu komunikasi asertif.  


komunikasi asertif adalah strategi komunikasi dengan penyampaian secara terbuka serta menjaga rasa hormat kepada orang lain. Dalam artian komunikasi asertif merupakan komunikasi yang kuat dan tegas namun tidak menyakiti perasaan orang lain (tetap tenang). 


Faktor yang menyebabkan seseorang terhambat untuk melakukan komunikasi asertif antara lain jenis kelamin, pengaruh dari sahabat dekat dan pendidikan orang tua yang berpengaruh terhadap kemampuan komunikasi asertif. Berdasarkan hasil penelitian Novalia & Dayakisni (2013) diketahui bahwa remaja laki-laki lebih mampu berkomunikasi secara asertif dibandingkan remaja perempuan karena peran dan pendidikan laki-laki cenderung dididik untuk mampu bersikap tegas dan kompetitif, sehingga laki-laki mampu asertif dibandingkan perempuan.


Manfaat dari komunikasi asertif yaitu (1) Mengurangi cemas dan stress, orang yang memiliki gaya berbicara asertif akan percaya diri dalam mengemukakan pendapatnya dengan tegas dan tenang tanpa harus menyakiti lawan bicaranya; (2) Menunjukkan rasa hormat pada orang lain, orang yang mengkomunikasikan secara asertif dapat mengidentifikasi keinginan dan kebutuhan orang lain saat hendak mengungkapkan isi hatinya; (3) Mempertahankan hak pribadi, apabila seseorang melakukan komunikasi secara asertif ia akan tetap menjaga perilakunya supaya tidak merugikan diri sendiri, serta mampu memberikan pilihan-pilihan yang terbaik terhadap diri sendiri.


Tips komunikasi asertif


1. Perhatikan gaya komunikasi

Memperhatikan gaya komunikasi diri sendiri menjadi suatu hal yang penting dalam meningkatkan skill komunikasi asertif. Apakah gaya berbicara kamu lebih kepada agresif atau pasif. Contoh, apabila gayamu cenderung ke pasif, maka tingkatkan ketegasanmu dalam berkomunikasi agar tidak terlalu pasif. 


2. Meminta feedback 

Banyak orang yang bilang bahwa sistem belajar yang baik adalah dengan mempraktikkannya secara langsung. Pada saat berkomunikasi dengan teman, kita dapat meminta feedback kepada lawan bicara terkait komunikasi yang kita gunakan apakah sudah asertif atau belum. 


3. Gunakan bahasa tubuh yang kuat 

Salah satu cara terbaik untuk mempraktikkan komunikasi asertif adalah dengan menggunakan gaya bahasa tubuh yang kuat. Ketika sedang menyampaikan suatu pendapat, usahakan tangan jangan menyilang supaya tidak terkesan sombong. Tetap pertahankan lengan di samping, lalu gunakan gerakan tangan jika ada sesuatu pembicaraan yang memerlukan hal tersebut. Selain itu, tetap menjaga kontak mata dengan seluruh audiens agar tetap ada komunikasi dua arah 


4. Berani berkata TIDAK 

Seseorang yang berani mengatakan “tidak” pada orang lain jika tidak sesuai dengan keinginannya maka ia tidak akan terbawa arus yang tidak dinginkannya.


Selain itu, solusi lain untuk meningkatkan komunikasi secara asertif dapat dilakukan dengan cara terapi Assertiveness Training yang dilakukan secara berkelompok. Terapi ini disarankan karena dapat meningkatkan kemampuan komunikasi asertif, dimana peserta dilatih untuk dapat melakukan komunikasi interpersonal dengan tepat, mampu menyampaikan maksud dengan baik dan melatih peserta untuk memahami orang lain sehingga dari komunikasi asertif ini dapat meningkatkan kemampuan atau interaksi interpersonal (Gultekin, Odzemir & Budak, 2018).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages