Expressive Writing therapy : Menulis Untuk Ketenangan Batin (Ira Fitriawati, S.Psi.)


Kesehatan psikologis seringkali menjadi pengaruh terhadap aktivitas sehari-hari. Hal tersebut timbul dalam bentuk fisik maupun psikis. Kita tahu, Kesehatan merupakan hal penting karena merupakan kebutuhan dasar manusia dalam menghadapi berbagai macam aktivitas serta kebutuhan yang harus dipenuhi.


Hal ini sekarang popular disebut dengan istilah “self-healing” yaitu fase yang diterapkan pada proses pemulihan (secara umum gangguan psikologis seperti trauma, kecemasan). Proses ini terjadi biasanya atas dasar dorongan individu yang mengalami gangguan psikologis dan seringkali hanya di pandu oleh dirinya sendiri.


Self-healing memiliki banyak cara yang dalam artikel ini kita akan membahas terkait Expressive writing therapy. Apa sih expressive writing therapy itu? Terapi ini berupa aktivitas menulis sebagai sarana untuk merefleksikan pikiran dan perasaan terdalam terhadap peristiwa yang tidak menyenangkan, terapi ini memiliki keunggulan untuk mengatasi berbagai masalah termasuk kecemasan(Susanti & Supriyantini, 2013).  


Proses menulis dapat membantu individu untuk memunculkan Kembali ingatan, perasaan, dan pikiran-pikiran yang ditekan, ide yang terlupakan, serta membantu mengorganisasikan pikiran, atau inspirasi yang kamu miliki. Sifatnya holistik, terapi ini memberikan kesadaran mental melalui proses eksplorasi pengalaman individu.


Nah, bagaimana cara melakukan expressive writing therapy?


Sebelumnya, siapkan buku dan alat tulis pastinya. Boleh juga untuk menambah semangat dalam menulis, teman-teman hias buku yang digunakan sesuai dengan selera kalian. Jika persiapan seperti alat yang diperlukan sudah tersedia, kalian sudah bisa memulai proses ini.


Kita perlu memperhatikan tahapan serta Langkah dalam expressive writing therapy. Berikut beberapa tahap pelaksanaan expressive writing therapy berdasarkan Haynes & Hynes (dalam Malchiodi, 2007), dan Thompson (dalam Bolton dkk, 2004) :


1.      Recognition/initial write, tahapan pembuka menuju sesi menulis. Kalian dapat menuliskan secara bebas kata, frase, atau ungkapan apapun yang muncul dalam pikiran kalian. Tujuan tahap ini untuk membuka imajinasi, memfokuskan pikiran, relaksasi dan menghilangkan ketakutan yang muncul.


2.      Examination/writing exercise, tahap ini merupakan saat proses menulis dilakukan. Kalian dapat menentukan batas waktu yang kalian inginkan sesuai kapasitas kemampuan menulis yang dimiliki, setelah itu baca kembali tulisan dan sempurnakan tulisan kalian. Hal ini bertujuan untuk mengeksplor reaksi teman-teman terhadap situasi tertentu.


3.      Juxtaposition/feedback, tulisan yang sudah dibuat silahkan dibaca, direfleksikan, atau dapat dikembangkan, disempurnakan, dan diskusikan dengan seseorang yang dapat kalian percayai. Hal utama yang diambil pada tahap ini yaitu bagaimana perasaan kalian saat menyelesaikan tugas menulis dan atau saat membaca. Tujuan tahapan ini sebagai sarana refleksi yang mendorong pemerolehan kesadaran baru dan menginspirasi perilaku, sikap, atau nilai yang baru, serta membuat individu memperoleh pemahaman yang lebih kedalam dirinya.


4.      Application to the self, pada tahap terakhir silahkan aplikasikan pengetahuan baru yang sudah kalian dapat dari menulis tersebut didunia nyata. Apa yang sudah kalian pelajari selama sesi menulis dengan merefleksikan kembali apa yang mesti diubah atau diperbaiki dan mana yang perlu dipertahankan. Kemudian, refleksikan Kembali seberapa besar manfaat menulis bagi kalian. Apakah ada hal-hal yang membuat tidak nyaman atau perlunya bantuan tambahan untuk mengatasi masalah sebagai akibat dari proses menulis yang dilakukan.


Nah, sekian proses exspressive writing therapy, semoga bermanfaat dan dapat diikuti dengan baik. Lakukan hal-hal yang teman-teman sukai untuk menyehatkan fisik dan psikis kalian, jika dirasa berat segera datangi profesional. Terima Kasih!

 


DAFTAR PUSTAKA

Bolton, G., Howlett, S., Lago, C., & Wright, J, K. (2004). Writing cure : An Introductory handbook of writinh in counselling and therapy. New York : Brunner-Routledge

Malchiodi, Cathy A (Editor). (2007). Exspressive therapies. New York: The Guilford Press

Susanti, R., & Supriyantini. (2013). Pengaruh expressive writing therapy terhadap  penurunan tingkat kecemasan berbicara di muka umum pada mahasiswa. Jurnal Psikologi, 09(02). 119 – 129.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages