Langkah Healing Gak Melulu Keliling (Andika Akmal)

 

Andika Akmal

Istilah healing dewasa ini menjadi akrab dengan keseharian kita. Kata dasarnya adalah Heal yang berarti penyembuhan. Namun saking beredar secara liar penggunaannya, kesannya jadi menyebalkan. Hal tersebut ditambah dengan penggunaan istilah tersebut sebagai alasan buat manggkir kerja atau malas-malasan bagi sebagian orang. Sering kali menjadi alasan untuk tidak produktif.

Memanglah kita merasa bahwasanya perlu bersenang-senang untuk keluar dari segala kepenatan dari kegiatan keseharian. Namun kebanyakan hal-hal tersebut malah menambah kepenatan diri dan tidak menyelesaikan permasalahan yang kita miliki.  Nyatanya healing bukan sekedar cuma bersenang-senang atau have fun belaka. Banyak orang melekatkan healing hanya pada kegiatan-kegiatan yang menyenangkan diri seperti piknik dan kegiatan menyenangkan liburan.


Mungkin piknik maupun kegiatan rekreasi bisa jadi salah satu alternatif healing. Namun harusnya kita juga fokus terhadap tujuan kita untuk menyelesaikan masalah diri. Kadang malah kita lupa bahwa masalah harus diselesaikan dengan solusi yang tepat. 

Supaya penyembuhan diri  berjalan maksimal perlu beberapa hal yang dipersiapkan. Sehingga tidak asal dalam menentukan solusi yang kadang malah tidak sesuai dengan permasalahan yang dialami. Ada hal yang perlu kita perhatikan agar usaha penyembuhan tidak sia-sia.

1. Mempersiapkan Niat dan Tujuan

Hal yang paling penting adalah menyiapkan niat untuk mencapai tujuan. Tujuan tersebut agar kita dapat menentukan target-target dan persiapan yang perlu kita lakukan. Menentukan target-target membantu agar tujuan mudah dipahami melalui tahapan dan pencapaian tertentu.

2. Menuliskan Target dan Tujuan

Menuliskan target dan tujuan memiliki fungsi agar pikiran kita lebih terarah dan membantu fokus kita untuk tercapainya target-target satu persatu. Seringkali pikiran kita sulit terfokus untuk menyelesaikan satu persatu. Hal tersebut dikarenakan pikiran juga terganggu oleh target lain yang seharusnya tidak diprioritaskan dahulu. Dengan menulis target, kita lebih mudah untuk menentukan prioritas target yang perlu diselesaikan lebih dahulu. 

2. Mindfulness

Dalam hal ini juga kita perlu fokus dan memiliki kesadaran penuh dalam usaha memperbaiki/menyembuhkan diri. Perlu kesadaran sepenuhnya terkait hal yang kita lakukan dan yang tidak perlu kita lakukan. Hal tersebut terkait hal yang bisa kita usahakan dan yang tidak bisa kita usahakan.

4. Meluangkan waktu

Luangkanlah waktu untuk menyelesaikan permasalahan yang dirasakan. Prioritaskan waktu tersebut untuk benar-benar menyelesaikan permasalahan yang dirasakan. 

5. Mencari bantuan

Jangan malu untuk mencari bantuan kepada orang lain karena tidak semua permasalahan yang kita miliki dapat segera kita sadari. Melalui sudut pandang orang lain kita dapat mengidentifikasi permasalahan yang kita rasakan. Selain itu, jika permasalahan dirasa sangatlah sulit untuk diselesaikan segeralah untuk menghubungi tenaga ahli yang kompeten di bidangnya seperti psikolog, dokter maupun psikiater. 

Ingatlah bahwasanya tujuan dalam menyembuhkan diri tidak sekedar bersenang-senang. Tujuan sebenarnya ialah mampu menyelesaikan masalah yang kita hadapi. Ibarat memotong kayu butuh gergaji, sedangkan memotong sayur menggunakan pisau. Tidak semua masalah yang kita hadapi penyelesaiannya adalah rekreasi. Setiap permasalahan memiliki solusinya masing-masing. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages