FOMO (Fear of Missing Out): Ketinggalan Tak Berarti Kehilangan (Ira Fitriawati)



Hidup bersosial merupakan hal dasar yang diperlukan manusia. Di era digital ini kita bisa mendapatkan sumber informasi dari manapun guna memenuhi kebutuhan. Kebutuhan bersosialisasi, bekerja, atau sekedar mencari informasi yang mana kegiatan tersebut kita dapat baik itu melalui virtual berupa media sosial maupun berjumpa secara langsung.



Nah, tapi pernah gak sih kalian merasa gelisah ketika tidak dapat bergabung dengan circle kalian, karena kalau tidak ikut kalian akan merasa ketinggalan informasi? Atau merasa tidak nyaman Ketika tidak mendapatkan informasi terbaru? Merasa cemas apabila tertinggal moment-moment berharga? Atau kalian terobsesi akan hal-hal tertentu, seperti merasa kehilangan moment?

                                               

                                 

Fear of missing out atau biasa disebut FoMO secara sederhana dapat didefinisikan sebagai ketakutan akan kehilangan momen. FoMO merupakan suatu perasaan takut, cemas, dan atau khawatir beserta kegelisahan saat orang lain mungkin memiliki pengalaman berharga ketika dirinya tidak hadir bersama dengan teman-temannya. Hal ini dapat dilihat berdasarkan situasi dimana terdapat keinginan untuk terhubung melalui media sosial secara terus menerus. Perilaku ini merupakan salah satu kecemasan sosial yang ditandai dengan hasrat pada individu untuk terus menerus memantau kegiatan orang lain. Kemajuan teknologi menjadikan kita candu terhadap penggunaan media sosial, sehingga individu cenderung bergantung pada media sosial. Sebenarnya perilaku ini sudah muncul sebelum media sosial ada seperti saat ini loh!

 


Sebagai contoh, perilaku ini juga muncul pada perkumpulan ibu-ibu yang biasa mengadakan pertemuan dan berbagi informasi diperkumpulan tersebut, atau dalam suatu lingkar pertemanan dan bisa juga melalui organisasi tertentu. Namun, saat ini yang jelas terlihat adalah intensitas yang terjadi di kalangan pengguna media sosial. Ketika individu memakai media sosial secara intensif maka bukan tidak mungkin jika individu tersebut dapat merasakan FoMO yang mana hal ini dapat menyebabkan rendahnya hubungan positif dengan orang lain sehingga perilaku yang ditimbulkan dapat memengaruhi kesejahteraan psikologis individu tersebut.



FoMO muncul karena tidak terpenuhinya kebutuhan psikologis akan relatedness, dimana individu tidak memiliki kedekatan dengan orang lain. Selain itu FoMO muncul karena tidak terpenuhinya kebutuhan psikologis akan self, yaitu individu yang merasa kurang nyaman atau tidak dapat memenuhi keinginan dirinya sendiri. Media sosial juga dapat menyebabkan seseorang mengalami gejala Fear of Missing Out.



Terlepas dari penyebab, FoMO menimbulkan dampak antara lain yaitu tidak peduli terhadap diri sendiri dan sekitar, karena individu tersebut sibuk dengan smartphone, terganggunya waktu tidur, terganggunya waktu makan, tidak dapat sepenuhnya menikmati kebersamaan di dunia nyata, dan cenderung merasa kurang dengan apa yang telah ia miliki.

 


Ternyata segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik yaaa… nah bagi pengguna media sosial, gunakan media sosial secara bijak, seperti memilah informasi yang bermanfaat, mengatur waktu penggunaan dan bagaimana beraktivitas secara sehat di kehidupan yang nyata dan tidak terbatas atau terpaku secara virtual.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages